Prototype Sorting Station Pada Modular Production System Menggunakan PLC Mitsubishi FX2N-64MR

  • Saepul rahmat Politeknik Negeri Cilacap
  • Lelly Kartika Politeknik Negeri Cilacap
  • Muhammad Yusuf Politeknik Negeri Cilacap
Keywords: Modular Production System (MPS), Sorting Station, Sensor Proximity Induktif, Arduino Mega 2560, Sensor TCS230

Abstract

Quality Control (QC) produksi adalah kegiatan pengecekan kualitas akhir suatu produk pada proses produksi. Salah satu contoh aktifitas QC adalah proses sortir produk hasil produksi (benda kerja). Proses pemisahan jenis benda kerja masih banyak dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. Proses pemisahan benda kerja dengan dikelompokkan berdasarkan warna silver dan merah, selain itu juga dipisahkan berdasarkan logam dan non-logam. Dengan adanya masalah pemisahan benda kerja maka dirancanglah sorting station secara otomatis menggunakan PLC Mitsubishi FX2N-64MR dengan sensor warna TCS230, Inductive Proximity Sensor, dan sensor infrared E18D80NK. Sensor warna TCS230 dapat mengenali warna benda kerja dengan nilai RGB pada siang untuk warna merah sebagai berikut : Rmin = 36, Rmax = 43, Gmin = 115, Gmax = 122, Bmin = 89, dan Bmax = 96. Sedangkan warna silver sebagai berikut : Rmin = 34, Rmax = 36, Gmin=34, Gmax=36, Bmin = 28, dan Bmax = 30. Nilai RGB pada malam hari untuk warna merah sebagai berikut : Rmin = 30, Rmax = 37, Gmin = 101, Gmax = 108, Bmin = 78, dan Bmax = 85. Sedangkan warna silver sebagai berikut : Rmin = 34, Rmax = 36, Gmin=33, Gmax=35, Bmin = 26, dan Bmax = 28. Keberhasilan alat ini mulai dari proses awal sampai akhir berdasarkan hasil pengujian adalah 100%. Sensor Proximity Infrared E18D80NK dan Sensor Proximity Kapasitif digunakan untuk mendeteksi benda kerja logam dan non-loogam. Durasi waktu yang dibutuhkan pada proses handling sampai dengan sorting maksimal 22,95 detik. Hal tersebut dipengaruhi oleh jarak slide dan tekanan udara dari kompresor..

References

[1] M. Imron dan A. Setiawan, “Pemilah Barang Logam Dan Non-Logam Berbasis Plc Omron Cp1E-N30Sdt-D,” no. 33, hal. 22–28, 2018.. Soc.
[2] N. Hudallah, “Rancang Bangun Sistem Pneumatis Untuk Pengembangan Modul-Modul Gerak Otomatis Sebagai Media Pembelajaran,” J. Tek. Elektro, 2010, doi: 10.15294/jte.v2i1.1583..
[3] Y. Herawan, U. Teknologi Yogykarta Jl Ringroad Utara Jombor Sleman Yogyakarta, dan A. Setyawan, “Rancang Bangun Simulasi Smart Trash Bin Dengan Pemilah Sampah Otomatis Disertai Notifikasi Sms Menggunakan Mikrokontroler,” Teknol. Inf. dan Elektro, 2004.
[4] A. D. B. Tarigan dan I. Setiono, “Rancang Bangun Sistem Kendali Alat Penyortir Barang Berwarna Merah Dan Hijau Dengan Sensor TCS230 Berbasis PLC Schneider,” Gema Teknol., 2018, doi: 10.14710/gt.v20i1.21078.
[5] D. G. Pindhika et al., “Rancang Bangun Dispenser Otomatis Berbasis Mikrokontroler Atmega 16,” J. lmiah Go Infotech, 2016.
[6] M. Saleh dan M. Haryanti, “Rancang Bangun Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Relay,” J. Teknol. Elektro, Univ. Buana, 2017.
[7] U. Latifa dan J. S. Saputro, “Perancangan Robot Arm Gripper Berbasis Arduino Uno,” Barometer, 2018.
[8] M. Devi, S. Suyadi, dan K. Purbono, “Rancang Bangun Mesin Pengupas Biji Mete (Anacardium Occidentale) Menggunakan Sistem Pneumatik,” J. Rekayasa Mesin, 2018, doi: 10.32497/rm.v13i2.1245.
[9] A. Syahril, M. F. Hidayat, J. Sunter, P. Raya, S. Agung, dan P. Jakarta, “PERANCANGAN ULANG PERALATAN PNEUMATIK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL ( PLC ) UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM,” Konveksi Energi dan Manufaktur UNJ, 2018.
[10] I. T. Harsoyo, A. K. Nugroho, dan N. Nuriman, “RANCANG BANGUN TACHOMETER DIGITAL BERBASIS ARDUINO DILENGKAPI CHARGING DAN MODE PENYIMPAN DATA,” Elektrika, 2019, doi: 10.26623/elektrika.v11i2.1692.
[11] A. Wafi, H. Setyawan, dan S. Ariyani, “Prototipe Sistem Smart Trash Berbasis IOT (Internet Of Things) dengan Aplikasi Android,” J. Tek. Elektro dan Komputasi, 2020, doi: 10.32528/elkom.v2i1.3134.
Published
2020-12-29