Analisa Penempatan Jarak Arrester Sebagai Proteksi Transformator Terhadap Tegangan Lebih Surja Petir
Main Article Content
Abstract
Tegangan lebih petir merupakan tegangan lebih periodik yang disebabkan karena sebab luar. Arrester adalahperalatan pengaman instalasi dari gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir maupun oleh surja hubung.Penelitian ini fokus pada peralatan Gardu induk yaitu arrester tipe X AR 170 A1/ 162 yang terhubung dengantransformator II tipe DRF 31.5/ 275. Perlindungan yang baik diperoleh bila arrester ditempatkan sedekatmungkin pada jepitan trafo. Jarak arrester dengan trafo yang dipakai di gardu induk adalah 3 m. Penempatanarrester (S) dipengaruhi oleh tegangan jepit trafo (Ep) sebesar 715 KV, tegangan percik arrester (Ea) sebesar650 KV, kecuraman gelombang datang (A) sebesar 1000 dv/ dt, dan kecepatan rambat gelombang (v), karenagelombang berjalan pada kawat udara mempunyai kecepatan tetap dengan kecepatan sama dengan kecepatancahaya yaitu 300 m/µdt. Pemasangan dari arrester tipe X AR 170 A1/162 mampu melindungi trafo darigangguan surja petir dan surja hubung dengan tegangan sampai 1000 kV karena masih dalam batas jarak amanyaitu 3m. Pemasangan arrester berdasarkan jaraknya dengan trafo harus masih pada jarak aman yaitu maksimal 9,75 m.
Article Details
Section
How to Cite
References
[2] Kadir.Abdul, Transformator, Jakarta, PT Elex Media Komputindo, 1989.
[3] Arismunandar, Artono, Teknik Tegangan Tinggi, Jakarta, Pradnya Paramita, 2001.
[4] Tobing, Bonggas L, Peralatan Tegangan Tinggi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2003. T. S. Hutauruk, Gelombang Berjalan dan Proteksi Surja. Erlangga. Jakarta, 1988.