SISTEM PENTANAHAN DRIVEN GROUND PADA GARDU DISTRIBUSI ULP SOREANG

Isi Artikel Utama

Fauzia Haz
Muhammad Ilhammawardi

Abstrak

Pada sistem tenaga listrik dibutuhkan suatu proteksi yang dapat menjaga dan juga mengamankan pemakai dan juga peralatan listrik maka diperlukan sebuah sistem yaitu sistem pentanahan pada gardu distribusi listrik. Sistem pentanahan yang terdapat pada jaringan distribusi bertujuan untuk pengaman langsung terhadap manusia dan juga peralatan jika terjadi gangguan tanah atau terjadi kebocoran arus yang diakibatkan kegagalan isolasi, tegangan lebih pada peralatan jaringan distribusi dan petir juga bisa menghasilkan arus gangguan dan tegangan lebih. Bahaya dari gangguan akibat petir bisa diatasi jika sistem pentanahannya baik yaitu memiliki nilai resistansi pentanahan yang kurang dari ≤1 ohm supaya arus dari gangguan akibat petir bisa langsung mengalir ke dalam tanah. Pada beberapa gardu distribusi di ULP Soreang sering mengalami masalah yang dikarenakan nilai resistansi nya lumayan tinggi yaitu 34.2 Ω, 25 Ω , 41.5 Ω, 6.42 Ω, dan 10.98 Ω. Cara yang dipakai adalah dengan sistem driven gound yaitu dengan cara menanamkan earthing rod atau elektroda batang ke dalam tanah untuk memper kecil nilai tahanan supaya bisa menghantarkan arus yang berlebih hingga dapat mengamankan peralatan listrik dan menjaga keselamatan manusia yang menggunakannya. Hasil dari penelitian bisa dijadikan referensi dalam penentu tindakan pencegahan gangguan penyaluran secara dini ataupun sebagai bahan untuk menentukan pemasangan pentanahan pada gardu distribusi secara tepat, supaya sistem pentanahan ULP Soreang UP3 Majalaya bisa terjaga keandalannya.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

SISTEM PENTANAHAN DRIVEN GROUND PADA GARDU DISTRIBUSI ULP SOREANG. (2024). EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology, 22(1), 33-41. https://doi.org/10.55893/epsilon.v22i1.115

Referensi

[1] Y. R. Arifin and S. Hermawan, “LEGAL ANALYSIS OF DILEMATICAL ELECTRICAL RESOURCES POLICY IN ELECTRICAL SUPPLY BUSINESS IN INDONESIA”, doi: 10.14203/JEP.24.1.2016.29-41.
[2] I. Sugianto and A. D. Mustikasari, “PEMASANGAN AUTOMATIC CHANGE OVER (ACO) UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN PADA PELANGGAN PREMIUM,” Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer, vol. 3, no. 1, 2019.
[3] A. Riyanto and J. W. Simatupang, “ANALISIS SISTEM PENTANAHAN JARINGAN GARDU INDUK 150 KV PT BEKASI POWER CIKARANG,” Ejournal Kajian Teknik Elektro, vol. 4, no. 1, 1945.
[4] “5642-14980-1-SM (1)”.
[5] A. Pranoto, H. Tumaliang, and G. MCh Mangindaan, “Analisa Sistem Pentanahan Gardu Induk Teling Dengan Konstruksi Grid (Kisi-kisi),” 2018.
[6] “C.431.14.0121-05-BAB-II-20200910021141”.
[7] “Perencanaan Sistem Pentanahan Tenaga Listrik Terintegrasi Pada Bangunan.”
[8] O. : Jamaaluddin, I. Anshory, / Eko, and A. Suprayitno, “Penentuan Kedalaman Elektroda pada Tanah Pasir dan Kerikil Kering Untuk Memperoleh Nilai Tahanan Pentanahan yang Baik (Depth Determination of Electrode at Sand and Gravel Dry for Get The Good Of Earth Resistance),” 2015.
[9] D. E. Putra, “Pemanfaatan Drainase (Saluran) Air Bekas Limbah Rumah Tangga sebagai Solusi untuk Penurunan Resistansi Pentanahan (Grounding),” Science, and Physics Education Journal (SPEJ), vol. 4, no. 2, pp. 56–61, Jun. 2021, doi: 10.31539/spej.v4i2.2274.
[10] R. Rizkullah Fazrin and T. Tohir, “Pengujian Nilai Resistansi Pentanahan Elektroda Batang dengan Zat Aditif Bentonit dan Tanpa Bentonit.”