The Optimasi Jaringan 4G LTE Menggunakan Metode Coverage Planning dengan Frekuensi 1800 MHz di Kecamatan Cibitung

Isi Artikel Utama

Ni Ketut H.D
Fauzia Haz
Reza Zanarsyah Putra

Abstrak

Sebagai wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pembangunan pemukiman yang pesat, Kecamatan Cibitung menghadapi tantangan dalam pemerataan kualitas jaringan 4G. Optimasi cakupan jaringan 4G menjadi kebutuhan yang sangat penting. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan optimasi jaringan 4G LTE di Kecamatan Cibitung dengan metode coverage planning melalui tahapan perhitungan link budget untuk memperoleh nilai Maximum Allowable Path Loss (MAPL). Selanjutnya, digunakan dua model propagasi, yaitu Okumura-Hata dan Cost-231, guna menghitung estimasi luas cakupan per sel serta kebutuhan jumlah site. Simulasi optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Atoll untuk menganalisis sebaran cakupan sinyal berdasarkan parameter Reference Signal Received Power (RSRP). Metode ini dipilih untuk mendapatkan estimasi jangkauan yang mampu mengurangi area blank spot dan menjangkau seluruh wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model propagasi Okumura-Hata diperlukan sebanyak 16 site BTS sedangkan model propagasi Cost-231 memerlukan 21 site BTS untuk mencakup seluruh wilayah. Berdasarkan parameter RSRP, cakupan dengan kualitas baik (RSRP ≥ -100 dBm) pada model Okumura-Hata mencapai 35,120 km² atau 97,95%, sementara pada model Cost-231 hanya 14,921 km² atau 41,5% dari total wilayah. Hal ini membuktikan bahwa pemilihan model propagasi dan optimasi coverage yang tepat sangat mempengaruhi pada implementasi optimasi jaringan 4G di wilayah dengan karakteristik wilayah urban.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

The Optimasi Jaringan 4G LTE Menggunakan Metode Coverage Planning dengan Frekuensi 1800 MHz di Kecamatan Cibitung. (2026). EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology, 23(2), 122-136. https://doi.org/10.55893/wvbvcb53

Referensi

[1] H. Yuliana, S. Basuki, and S. U. Prini, “Optimization of Low Site Density Area for 4G Network in Urban City,” J. Elektron. dan Telekomun., vol. 21, no. 2, p. 98, 2021, doi: 10.14203/jet.v21.98-103.
[2] P. Tanjakan and M. Tangerang, “3 1,2,3,” vol. 6, no. 1, pp. 208–216, 2019.
[3] E. Budiman, U. Hairah, P. Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, S. -Kalimantan Timur, and J. Kuaro Kampus Gunung Kelua Unmul, “Kinerja Jaringan 4G LTE Operator Mobile di Ibukota Kalimantan Timur dimasa Pandemi Covid19 Mobile Operator 4G Network Performance in Capital of East Kalimantan during the Covid19 Pandemic”, doi: 10.30818/jpkm.2021.
[4] Achmad Aznul Putratama, “Optimasi Optimalisasi Jaringan 4g Lte Fdd 1800 MHz Berdasarkan Link budget Di Universitas Hasanuddin,” 2022.
[5] T. G. A. S. Putra, P. K. Sudiarta, I. G. A. K. Diafari, and J. T. Elektro, “Analisis Pengaruh Model Propagasi dan Perubahan Tilt Antena Terhadap Coverage Area Sistem Long Term Evolution Menggunakan Software Atoll,” 2015.
[6] M. I. MI and Y. Saragih, “Perancangan Jaringan Fiber To the Home (Ftth) Menggunakan Aplikasi Google Earth Pro,” Aisyah J. Informatics Electr. Eng., vol. 5, no. 1, pp. 49–57, 2023, doi: 10.30604/jti.v5i1.133.
[7] M. Saiful Bayudin et al., “Pengujian Drive Test Untuk Menentukan Kualitas Layanan Jaringan 4G LTE Di Kota Lhokseumawe,” J. Tektro, vol. 5, no. 1, p. 64, 2021.
[8] R. Efriyendro and Y. Rahayu, “Analisa Perbandingan Kuat Sinyal 4G LTE Antara Operator Telkomsel dan XL AXIATA Berdasarkan Paramater Drive Test Menggunakan Software G-NetTrack Pro Di Area Jalan Protokol Panam,” J. Online Mhs., vol. 4, no. 2, pp. 1–9, 2017.