Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan PASID

Isi Artikel Utama

Tenang Sembiring

Abstrak

Matematika mempunyai peranan penting baik dalam pengembangan bidang studi lain maupun dalam menentukan masa depan mahasiswa. Karena itu pembelajaran matematika harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa. Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika adalah meningkatkan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Masalahnya, pembelajaran matematika selama ini dianggap kurang meningkatkan kemampuan berpikir matematika tingkat tinggi, khususnya kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan suatu kajian terhadap pembelajaran dengan pendekatan analitik sintetik intervensi divergen (PASID) dan pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dan menggunakan instrument tes kemampuan komunikasi matematis yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Teknik Unjani untuk pokok bahasan atau materi ajar diferensial. Ternyata kemampuan penalaran matematis mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan PASID lebih baik dari mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan cara konvensional dengan perbedaan sebesar 3,846. Juga peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan PASID sebesar 12,710, lebih baik dibandingkan mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan cara konvensional sebesar 8,864. Metoda pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis mahasiswa. Disamping itu, sikap mahasiswa terhadap mata kuliah dan terhadap pembelajaran matematika berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis mereka.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan PASID. (2020). EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology, 18(1), 1-12. https://epsilon.unjani.ac.id/epsilon/article/view/42

Referensi

[1] John,WS., “Perkembangan Anak”, Erlangga, Jakarta, 2015.
[2] Mulyana,T., “Pembelajaran Analitik Sintetik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematika Siswa Sekolah Menengah Atas”, Disertasi, SPPs UPI Bandung. Tidak Diterbitkan., 2008.
[3] Prabawa, “Peningkatan Kemampuan Penalaran dan Pemecahan Masalah Matemastis Siswa SMA Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Metakognitif”, Thesis UPI Bandung. Tidak diterbitkan, 2009.
[4] Sembiring, T., “Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Pembelajaran Analisis Sintesis”, Thesis, SPPs UPI Bandung. Tidak diterbitkan, 2010.
[5] Sembiring, T., “Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa FT. Unjani Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Metakognitif”, 2012.
[6] Sembiring, T., “Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving) Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Metakognitif”, 2013.
[7] Sembiring, T., “Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving) Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Analitik Sintetik”, 2014.
[8] Sembiring, T., “Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Metakognitif”, 2015.
[9] Sembiring, T., “Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Pasid”, 2016.
[10] Sembiring, T., “Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan PASIK”, 2017.
[11] Supranto, J., “Statistik: Teori dan Aplikasi”, Erlangga, Jakarta, 2012.
[12] Trihendradi,C., “7 Langkah Mudah Melakukan Analisis Statistik Menggunakan SPSS 17”, C.V. Andi Offset, Yogyakarta, 2013.