Analisis Ketidakseimbangan Fasa Dan Harmonisa Pada Sistem Air Handling Unit (Ahu) Di Pt. Medion Farma Jaya

Isi Artikel Utama

Dewi Purnama Sari
Giri Angga Setia

Abstrak

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh PT Medion Farma Jaya adalah ketidakseimbangan fasa dan harmonisa pada sistem AHU. Permasalahan tersebut akibat dari pembebanan arus masukan untuk fan evaporator yang tidak seimbang, serta penggunaan variable speed drive (VSD) yang merupakan salah satu peralatan non linier yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor blower pada sistem AHU. Peralatan ini memberikan arus harmonisa ke jaringan sistem tenaga pada orde harmonisa rendah seperti harmonisa ke-3, 5, 7, 9, 11 dan 13. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyeimbangan arus beban perfasa, serta melakukan filterisasi harmonisa untuk mereduksi harmonisa tersebut. Filter yang digunakan adalah filter double tuned yang ditransformasi dari 2 buah filter single tuned yang memiliki 2 frekuensi yang berbeda. Perancangan dan simulasi pemasangan filter pada bus 3 dan bus 5 dilakukan menggunakan software ETAP power station 12.6. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terjadi penurunan nilai THDi pada bus 3 sebesar 74,38% menjadi 12,33%, sedangkan pada bus 5 sebesar 74,71% menjadi 12,39%. Pada akhirnya, nilai THDi pada sistem AHU mendekati nilai standar yang ditetapkan IEEE Standar 519- 1992. Sedangkan untuk ketidakseimbangan fasa mengalami penurunan sebesar 4% dengan penurunan arus beban pada fasa R sebesar 26,1 A.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Ketidakseimbangan Fasa Dan Harmonisa Pada Sistem Air Handling Unit (Ahu) Di Pt. Medion Farma Jaya. (2020). EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology, 18(1), 13-22. https://epsilon.unjani.ac.id/epsilon/article/view/43

Referensi

[1] William D. Stevenson JR, “Analisis Sistem Tenaga” dalam terjemahan Budiono Mismail Jilid 1, Edisi IV, Malang: Universitas Brawijaya, 1983.
[2] Sudaryatno Sudirham, “Analisis Rangkaian Sistem Tenaga (pembebanan seimbang, nonlinier, tak seimbang)” jilid 3, Penerbit Darpublic, Bandung, 2012.
[3] I Wayan Yoga Prasetya, I Nyoman Setiawan, I Gede Dyana Arjana. Analisis Ketidakseimbangan Beban dan Harmonisa pada Transformator Distribusi MI 0096 Penyulang Abianbase. Jurnal Spektrum, Vol. 7, No. 1, Maret 2020.
[4] Hadi Sugiarto. Kajian Harmonisa Arus dan Tegangan Listrik di Gedung Administrasi Politeknik Negeri Pontianak. Vokasi, Vol. 8, No. 2, 2012. ISSN 1693 – 9085. Hal 80 - 89
[5] Analisis Ketidakseimbangan Beban Trafo 1 GI Srondol Terhadap Rugi-rugi Akibat Arus dan Suhu Trafo Menggunakan ETAP 12.6. Jurnal Transient, Vol. 5, No. 4, Desember 2016. ISSN: 2302-9927, 426.
[6] J.C. Das. “Power System Analysis (Short-Circuit, Load Flow, and Harmonics)”. Penerbit Atlanta: Marcel Dekker, Inc, 2002.
[7] Roger C Dugan, Mark F. Mcgranaghan, “Electrical Power Systems Quality: 3rd Edition”, Edisi 3, PenerbitTata McGraw-Hill Education, 2012.
[8] Schneider Electric. PowerLogicTM PM5100 Series Power and Energy Meter User Guide ”, 2015.