Implementasi Sistem Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Queue Tree pada Perangkat MikroTik RB941-2nD hAP Lite Series di PT Cilsy Fiolution Indonesia

Isi Artikel Utama

Hajiar Yuliana
Muhammad Fakhri Abdillah

Abstrak

Penggunaan jaringan internet dalam kehidupan manusia saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan pada berbagai bidang, baik kantor, instansi pemerintahan, sekolah, layanan publik, dan lain-lain. PT. Cilsy Fiolution Indonesia sebagai salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang pendidikan teknologi dan informasi (Edu-Tech) sangat aktif dalam penggunaan internet, diantaranya pembuatan konten, mengunggah video, operasional kantor, pemrograman, dan lainnya. Dengan adanya keterbatasan sumber daya bandwidth yang tersedia di kantor PT Cilsy Fiolution Indonesia, dan dengan jumlah pengguna aktif cukup banyak, tidak jarang terjadi pembagian bandwidth yang tidak merata antar karyawan yang menggunakan akses internet, sehingga menyebabkan adanya kendala dalam bekerja. MikroTik Routerboard merupakan salah satu brand perangkat router yang memiliki banyak fitur. Dengan memanfaatkan fitur queue tree pada perangkat MikroTik Router, dapat dilakukan pengaturan bandwidth di PT Cilsy Fiolution Indonesia berdasarkan port dan protokol aplikasi yang biasa digunakan, diantaranya HTTP, HTTPS, ICMP, DNS, video streaming, dan download beberapa jenis ekstensi file. Pengaturan manajemen bandwidth ini bertujuan untuk pemerataan distribusi bandwidth dan memberikan quality of service yang baik bagi seluruh pengguna internet di jaringan kantor PT Cilsy Fiolution Indonesia.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Implementasi Sistem Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Queue Tree pada Perangkat MikroTik RB941-2nD hAP Lite Series di PT Cilsy Fiolution Indonesia. (2022). EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology, 20(2), 111-121. https://doi.org/10.55893/epsilon.v20i2.92

Referensi

[1] C. Seto, S. Imam, dan Z. Ajub, “Analisis quality of Service (QoS) Pada Jaringan Lokal Session Initiation Protocol (SIP) Menggunakan GNS3,” 2013.
[2] R. Perwira dan F. Lianto, “Queue Tree Implementation for Bandwidth Management in Modern Campus Network Architecture,” KINETIK, vol. 3, pp. 17–26, 2018.
[3] ETSI, “Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON); General aspects of Quality of Service (QoS),” vol. 2.1.1, 1999.
[4] R. Towidjojo, MikroTik Kung Fu: Kitab 3. 2016.
[5] H. Yuliandoko, Jaringan Komputer Wire dan Wireless Beserta Penerapannya. 2018.
[6] S. Budiyanto dan A. S. Prasetyo, “Studi Analisis Performansi Protokol Routing IS-IS Dan OPFv3 Pada IPV6 Untuk Layanan Video Streaming,” J. Teknol. Elektro, Univ. Mercu Buana, vol. 5, pp. 18–32, 2014.
[7] I. Sofana, Membangun Jaringan Komputer. 2008
[8] K. J. F. dan R. K. W., Computer Networking A top down approach Featuring the Internet. 2003.
[9] E. S. Mulyanta, Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer. 2005.
[10] R. Towidjojo, MikroTik Kung Fu: Kitab 3. 2016.
[11] Anonim, “Penggunaan Custom Chain pada Firewall Mikrotik.” [Online]. Tersedia: http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=146. [Diakses pada: 20 Juli 2019].
[12] Mikrotik, “Manual: Queues PCQ -MikroTik Wiki.” [Online]. Tersedia: https://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Queues_-_PCQ. [Diakses pada: 20 Juli 2019].
[13] Mikrotik, “Manual: HTB - MikroTik Wiki.” [Online]. Tersedia: https://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:HTB. [Diakses pada: 20 Jul 2019].
[14] Athilah, Mikrotik Untuk Pemula. 2013.
[15] Kustanto dan D. T. Saputro, Membangun Server Internet dengan MikroTik OS. 2008.